Pelarangan Penggunaan Plastik di Banjarmasin, Walikota Ibnu Sina : Penuh Perjuangan

Walikota Banjarmasin H. Ibnu Sina
H. Ibnu Sina menjadi tamu kehormatan pada webinar yang diadakan Kementrian Lingkungan Hidup. (Foto: Diskominfotik Banjarmasin)

Terkini.id, Banjarmasin – Pertumbuhan ekonomi suatu daerah, akan berimbas kepada meningkatkan kegiatan produksi dan konsumsi masyarakatnya. Dan akhirnya akan berimbas kepada ikut meningkatnya volume sampah.

Jika tidak dikelola Pemerintah dengan baik, maka akan menjadi masalah besar. Inilah yang sejak awal menjadi perhatian Walikota Banjarmasin, Ibnu Sina.

Langkah berani pun diambil oleh pak Ibnu Sina, yaitu pelarangan menggunakan kantong plastik. Dan diwujudkan dalam Peraturan Walikota (Perwali) No. 18 tahun 2016

Sebelum Perwali ini keluar, sudah ada surat edaran dari Kementrian Lingkungan Hidup tentang penerapan kantong plastik berbayar di Pasar Modern dan Ritel sejak Minggu, 21 Februari sampai dengan Selasa, 31 Mei 2016.

“Setelah surat edaran dari Kementrian tersebut berakhir, seluruh kota-kota di Indonesia kembali lagi menggunakan kantong plastik. Saat itu, Banjarmasin justru mengambil langkah anti mainstream, justru melarang penggunaan plastik.” ucap Ibnu Sina dihadapan seluruh peserta webinar yang diadakan Kementrian Lingkungan Hidup, pada hari Kamis tanggal 16 Juli 2020 lalu.

Walikota Banjarmasin H. Ibnu Sina sedang menceritakan pengalamannya dalam penerapan pelarangan penggunaan kantong plastik di Banjarmasin, pada Webinar yang diadakan Kementrian Lingkungan Hidup pada Kamis, 16 Juli 2020. (Foto: Diskominfotik Banjarmasin)

Pada webinar tersebut, Walikota Banjarmasin H. Ibnu Sina ternyata diberikan kehormatan untuk menceritakan pengalamannya dalam penerapan pelarangan penggunaan kantong plastik di Banjarmasin.

Ibnu Sina pun kembali menceritakan bahwa dalam menerapkan Perwali tersebut, banyak sekali tantangan-tantangan yang dihadapi oleh Pemko Banjarmasin.

Ada keluhan dari pelaku ritel bahwa setelah penerapan Perwali tersebut, mereka mengalami penurunan pembeli.

Namun seiring berjalannya waktu, akhirnya warga Banjarmasin sudah mulai terbiasa. Bahkan hingga saat ini tahun 2020, sudah ada 341 ritel modern dan ada 8 pasar tradisional yang mendukung Pemko Banjarmasin untuk tidak menyediakan kantong plastik bagi pembelinya.

Dengan penerapan Perwali ini, Banjarmasin mengalami penurunan sampah plastik yang signifikan, sampai dengan 22 persen.

Konten Bersponsor

Berita lainnya

Indonesian Marketing Association (IMA) Gelar Program Pelatihan & Sertifikasi BNSP Digital Marketing untuk UMKM Banjarmasin

Penembakan di Luar Gedung Putih, Trump Langsung Diamankan Pasukan Secret Service

Walikota Banjarbaru Meninggal Dunia Karena Terinfeksi Covid-19, Masih Mau Cuek?

BREAKING NEWS. Wali Kota Banjarbaru Nadjmi Adhani Meninggal Dunia

Bantuan Rp 600 Ribu Bagi Karyawan Dengan Gaji di Bawah 5 Juta, Cek Syaratnya

Komentar

Laporkan Tulisan

Kami akan menggunakan masukan Anda untuk mempelajari ketika sesuatu tidak benar