Tes Swab Massal Akan Digelar di Banjarmasin, Sekitar 443 Orang Akan Diikutkan

Tes Swab Massal Banjarmasin
Ilustrasi proses swab tes. Tes Swab Massal Akan Digelar di Banjarmasin, Sekitar 443 Orang Akan Diikutkan. (Foto: Google/Satelitnews)

Terkini.id, Banjarmasin – Tes swab massal akan segera digelar di Kota Banjarmasin. Rencana Pemrov Kalimantan Selatan untuk mengadakan tes swab massal untuk seluruh kabupaten dan kota dengan target 10.000 orang, disambut baik oleh Walikota Banjarmasin H. Ibnu Sina.

Menurut informasi yang disampaikan oleh Walikota, bahwa untuk kota Banjarmasin sendiri ada sekitar 443 orang yang akan diikutkan pada test swab tersebut. Diantaranya 208 orang yang statusnya terindikasi atau probable dan 235 orang dengan status kontak erat atau suspek.

Sebelumnya Menteri Kesehatan (Menkes), Terawan Agus Putranto sendiri telah melakukan perubahan istilah sebagaimana tertuang dalam Keputusan Menteri Kesehatan Nomor HK.01.07/Menkes/413/2020 tentang Pedoman Pencegahan dan Pengendalian Coronavirus Disease 2019 ( Covid-19). Disana disebutkan untuk istilah yang sebelumnya Orang Dalam Pemantauan (ODP), berubah menjadi Terindikasi atau Probable. Sedangkan Pasien Dalam Pengawasan (PDP) berubah menjadi Suspek.

Untuk Banjarmasin sendiri saat ini sudah mengalami penurunan angka penyebaran virus Corona.

“Alhamdulillah sudah mulai kecenderungan terjadi pelandaian, walaupun tetap harus siaga.” ujar H. Ibnu Sina.

Jika tes swab massal ini dilaksanakan, maka Walikota rencananya akan melibatkan 26 puskesmas yang ada di Banjarmasin.

Sebelum adanya rencana tes massal dari Pemprov ini, sebenarnya Banjarmasin sendiri sudah melakukan banyak tes, mulai dari rapid hingga swab tes.

“Untuk rapid test rasanya sudah sekitar 11.000 lebih dan swab sekitar 4.000 tapi memang belum semua hasilnya keluar.” tambah H. Ibnu Sina

Respon positif dan dukungan pun diberikan dengan adanya rencana dari Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan ini.

Tapi menurut Ibnu Sina, dalam pelaksanaannya nanti harus benar-benar memperhatikan banyak hal.

Diantaranya sebagaimana anjuran dari tim pakar Covid-19 Universitas Lambung Mangkurat (ULM) bahwa tes sebaiknya dilakukan kepada satu persen dari populasi penduduk yang ada.

Kemudian yang kedua adalah tes sebaiknya dilakukan di daerah yang memang belum pernah dilakukan sebelumnya, jadi apa yang akan dilakukan jadi lebih efisien dan tepat sasaran.

Konten Bersponsor

Berita lainnya

PKS Mendukung Rekan Separpolnya, Ibnu Sina : Saya Tetap Kader PKS. Mimpi Burukkah?

Penembakan di Luar Gedung Putih, Trump Langsung Diamankan Pasukan Secret Service

Walikota Banjarbaru Meninggal Dunia Karena Terinfeksi Covid-19, Masih Mau Cuek?

Bantuan Rp 600 Ribu Bagi Karyawan Dengan Gaji di Bawah 5 Juta, Cek Syaratnya

Ratusan Kilogram Narkoba Digagalkan, Walikota : Apa Jadinya Kalau Sampai Berhasil Beredar di Banjarmasin

Komentar

Laporkan Tulisan

Kami akan menggunakan masukan Anda untuk mempelajari ketika sesuatu tidak benar