Pemimpin Dunia Bereaksi Masjid Ayasofya (Hagia Shopia) Dibuka Kembali, Erdogan : Ini Urusan Internal Turki

Masjid Ayasofya
Pemimpin Dunia Bereaksi Masjid Ayasofya (Hagia Shopia) Dibuka Kembali, Erdogan : Ini Urusan Internal Turki

Terkini.id, Banjarmasin – Masjid Ayasofya (Hagia Shopia) dibuka kembali. Tidak hanya saat sholat Jum’at, masjid Ayasofya di Instanbul Turki juga ramai jamaah saat sholat subuh.

Sebagian jamaah bahkan rela menginap, agar bisa ikut melaksanakan sholat subuh disana. Jamaah tidak hanya memenuhi bangunan utama masjid, tapi juga seluruh pelataran komplek masjid Ayasofya.

Salah satu yang mengikuti sholat subuh berjamaah di Ayasofya adalah Gubernur Istanbul, Ali Yerlikaya. Menurut media Turki, banyak masyarakat yang menginap di masjid ini guna mendapatkan tempat untuk sholat subuh berjamaah di Ayasofya.

Presiden Turki sendiri Recep Tayyib Erdogan menjamin masjid Ayasofya terbuka untuk dikunjungi ummat agama mana pun. Jum’at, 24 Juli 2020 resmi menjadi Masjid Agung ditandai dengan pelaksanaan sholat Jum’at perdana.

Presiden Turki Erdogan melakukan ziarah pada Jum’at tersebut ke makan Sultan Al Fatih, yaitu pemimpin kesultanan Turki Utsmani penakluk  Konstantinopel yang menjadikan Hagia Shopia sebagai masjid Ayasofya kali pertama pada tahun 1453. Erdogan juga menegaskan bahwa Masjid Agung Ayasofya tetap menjadi situs warisan budaya untuk semua ummat manusia yang terbuka untuk dikunjungi oleh ummat agama mana pun.

Sebelum berziarah, Presiden Erdogan sempat meresmikan masjid Agung Ayasofya dan sempat mengaji melantunkan ayat-ayat suci Al Qur’an dan kemudian dilaksanakan sholat Jum’at berjamaah. Diperkirakan sekitar 350.000 orang mengikuti sholat Jum’at berjamaah tersebut.

Masjid Ayasofya (Hagia Shopia) dibuka kembali setelah Pengadilan Administrasi Utama Turki pada Jum’at, 10 Juli 2020 membatalkan Dekrit Pemerintah 1934 yang mana pada dekrit tersebut mengubah masjid menjadi museum. Keputusan yang sudah lama dinanti-nantikan ini membuka jalan bagi Ayasofya untuk dijadikan masjid kembali. Berselang satu jam setelah keputusan pengadilan tersebut, Presiden Erdogan langsung mengumumkan bahwa Ayasofya dibuka kembali untuk ibadah ummat Islam. Pengadilan Administrasi Utama Turki menganggap bahwa keputusan Ataturk (Presiden Turki Pertama) yang mengubah masjid menjadi museum adalah ilegal.

Ayasofya (Hagia Shopia) adalah salah satu situs bersejarah dunia, merupakan sebuah Gereja yang dibangun pada tahun 360 Masehi dan sempat terbakar pada tahun 404 Masehi saat terjadi pemberontakan di Istanbul yang kala itu masih bernama Konstantinopel. Pada masa pemerintahan Theodosius II, orang-orang Kristen Ortodoks Yunani pun menjadikan Hagia Shopia sebagai tempat ibadah mereka.

Pada tahun tahun 1204-1261 Turki (Konstantinopel) dikuasai oleh Roma. Relief-relief suci kaum Ortodoks Yunani digantikan dengan patung-patung keagamaan Kristen Katolik Roma dan menjadi Gereja Kristen terbesar di dunia.

Dari dahulu Turki (Konstantinopel) sudah jadi perebutan karena letaknya yang sangat strategis. Terletak diantara dua benua, Asia dan Afrika serta dikelilingi 3 lautan sekaligus yaitu selat Bosphorus, laut Marmara dan selat Tanduk Emas.

Turki (Konstantinopel) dibawah pemerintahan Roma yang digadang memiliki benteng yang sangat kokoh, akhirnya ditaklukkan oleh Sultan Al Fatih atau dikenal dengan Sultan Mehmet II dari bangsa Utsmani pada Minggu, 29 Mei 1453. Dan sejak itu pula, Ayasofya (Hagia Shopia) menjadi milik kerajaan Ottoman (Utsmani). Sultan Mehmet II pun menggelontorkan dana untuk mengubah Hagia Shopia menjadi sebuah masjid. Tapi meskipun demikian, dia masih menghargai yang telah dibangun oleh bangsa terdahulu. Patung Bunda Maria dan patung-patung lainnya tidak serta merta dihancurkan, melainkan dibiarkan begitu saja.

Pada tahun 1923, kerajaan Utsmani pun runtuh oleh kekuasaan sekuler dan berganti menjadi Republik Turki dengan presiden pertamanya Mustafa Kemal Ataturk. Presiden Ataturk menjadikan Ayasofya (Hagia Shopia) sebagai museum yang bisa dikunjungi oleh siapa pun dan terbuka umum. Mozaik-mozaik lambang agama Kristen yang semula ditutup saat berfungsi sebagai masjid di masa kesultanan Al Fatih, dibuka kembali. Jadilah Ayasofya (Hagia Shopia) seperti masjid dan gereja dalam satu bangunan.

Diskusi dan rencana untuk mengembalikan Ayasofya (Hagia Shopia) menjadi masjid pun terus berlangsung, terjadi penolakan dan reaksi dari pemimpin dunia. Pemerintah Turki pun mengingatkan bahwa mengubah Ayasofya (Hagia Shopia) menjadi masjid adalah urusan internal Turki dan negara lain tidak boleh ikut campur.

Konten Bersponsor

Berita lainnya

Penembakan di Luar Gedung Putih, Trump Langsung Diamankan Pasukan Secret Service

Walikota Banjarbaru Meninggal Dunia Karena Terinfeksi Covid-19, Masih Mau Cuek?

Bantuan Rp 600 Ribu Bagi Karyawan Dengan Gaji di Bawah 5 Juta, Cek Syaratnya

Ratusan Kilogram Narkoba Digagalkan, Walikota : Apa Jadinya Kalau Sampai Berhasil Beredar di Banjarmasin

Denny Indrayana Bakal Menantang Petahana Paman Birin di Pilgub Kalimantan Selatan

Komentar

Laporkan Tulisan

Kami akan menggunakan masukan Anda untuk mempelajari ketika sesuatu tidak benar